Dalam sebuah sekolah dasar, beberapa siswa diminta untuk mempraktikkan penerapan visualisasi, imajinasi, dan bayangan sebelum mengerjakan ujian. Sedangkan sebagian siswa lain tidak melakukan penerapan visualisasi. Setelah ujian selesai, hasilnya siswa yang mempraktikkan penerapan visualisasi nilainya lebih tinggi dibanding yang lainnya. (Sumber: Brain-Based Learning, Eric Jensen).

Cara penerapan teknik semacam ini sangat banyak, saya akan menyebutkan beberapa contohnya :

Sumber Gambar : Google.com

Untuk para siswa yang sedang menghadapi ujian, kita menyarankan agar beberapa pekan sebelum ujian untuk melakukan hal berikut : Hendaknya para siswa membayangkan bahwa mereka dapat mengerjakan ujian dengan mudah, gampang, dan santai. Teknik seperti ini akan membantu mereka dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam melaksanakan ujian dengan lebih baik.

Sumber Gambar : Google.com

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badannya, seperti yang telah dilakukan kebanyakan orang, hendaknya dia terus-menerus membayangkan dirinya sudah berada pada berat yang ideal. Tentunya diiringi dengan diet dan pola hidup sehat tertentu. Bayangkan bisa mengerjakan berbagai pekerjaan dengan kemampuan anggota badannya. 


Sumber Gambar : Google.com

Teknik ini juga digunakan dalam pelatihan administratif. Misalnya ketika seseorang akan tampil dihadapan khalayak ramai atau tamu-tamu istimewa, biasanya dia diliputi dia diliputi rasa cemas, gelisah, dan tegang. Maka teknik ini bisa menjadi obat mujarab baginya. Cukup dengan membayangkan dirinya, bahwa dia berhasil tampil dengan sempurna dan memukau seluruh orang yang hadir. 

    Sering melakukan visualisasi berarti melatih alam bawah sadar tentang kondisi di masa mendatang yang sering dilanda kegelisahan dan ketegangan. Jadi ketika masa depan itu datang, maka susunan syaraf yang ada sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, sehingga pelaksanaan pun bisa dijalankan dengan sempurna.


Baca Juga : Menentukan Tujuan dan Menyusun Rencana


Selamat membaca, Semoga bermanfaat :-)