![]() |
| Sumber Gambar : Google.com |
Ya Allah, hati ini telah kenyang dengan rasa cinta terhadap dunia, disibukkan oleh dunia. Berbagai dosa dan maksiat telah menutupi hati ini. Semoga Allah menolong kita untuk mengatasi penyakit hati kita. Kita mengatakan dengan lisan kita bahwa Al-Qur'an adalah undang-undang umat Islam, tapi jarang sekali kita memberikan keputusan terhadap permasalahan diantara kita dengan Al-Qur'an. Kita hanya membacanya pada acara-acara seremoni saja.
Kemudian kita mengeluh dan mengadu...
Kita mengadu tentang sedikitnya rezeki, tapi lupa dengan kaidah mencari rezeki dalam Al-Qur'an Al-Karim. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS.Ibrahim:7)
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untuk sungai-sungai.” (QS.Nuh:10-12)
Kita mengadu tentang kedurhakaan anak-anak kita, tapi tidak membaca percakapan antara Luqman Al-hakim dan putranya. Dari hikmah dan nasihat tersebut, kita bisa mengambil faedah dalam mendidik anak-anak kita dan adab bercakap-cakap antara orang tua dengan anaknya.
Kita mengadu tentang problem hidup berkeluarga, tapi kita tidak membaca solusi terhadap problematika ini dalam surat An-Nisa', Ar-Rum, An-Nur, Al-Ahzab, dan At-Tahrim.
Kita mengadu tentang rasa depresi, stress, sedih, dan berduka, tapi kita tidak membaca firman Allah ﷻ :
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ٢٨
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS.Ar-Ra'du:28)
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا ١٢٤
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS.Thaha:124)
Ibnul Qayyim mengatakan, “Maksud peringatan disini adalah Al-Qur'an.”
Kita mengadu dan mengeluh, dan bertanya-tanya tentang solusi dari segala persoalan hidup yang kita hadapi. Persoalan keuangan, persoalan perekonomian, persoalan perpolitikan, hingga persoalan kemasyarakatan.
Kita bermusyawarah dengan banyak orang hanya untuk mencari solusi. Kita meminta pendapat kepada keluarga, teman, sahabat, dan para dokter. Kita bermusyawarah ditimur dan di barat.
Mengapa kita tidak bermusyawarah dengan Al-Qur'an Al-Karim? Mengapa kita melupakan Al-Qur'an Al-Karim? Mengapa kita tidak memahami firman Allah ﷻ, “Dan kami turunkan kepadamu Al-kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS.Nahl:89).
Baca Juga : Wujudkan Impian Anda Menjadi Penghafal Al-Qur'an
Selamat membaca, semoga bermanfaat :-)

0 Komentar